Cara Mengajari Anak Membaca: Pentingnya Step by Step

Membaca merupakan aktivitas yang telah dipelajari semenjak masih berusia di bawah lima tahun. Aktivitas membaca menjadi penting, sebab kita membuka wawasan mengenai dunia sekitar kita dan yang lebih luas dengan membaca. Oleh karena itu penting untuk memahami cara mengajari anak membaca secara efektif, agar tidak mudah dilupakan. Aktivitas yang bisa dilakukan di berbagai tempat, memperkaya wawasan, dan bagus untuk perkembangan emosi.

Bila berbicara tentang anak usia dini, kita melihat kehidupan mereka yang penuh dengan aktivitas menyenangkan. Bermain, bersenda gurau, mengeksplor lingkungan sekitar, hal-hal menarik lainnya yang mungkin hanya bisa didapatkan pada usia dini. Tak lupa juga aktivitas belajar. Sebenarnya semua kegiatan memiliki proses belajar di dalamnya. Akan tetapi bila terkait kegiatan akademik, belajar menjadi sesuatu yang khusus. Salah satu kegiatan belajar tersebut ialah membaca. 

Langkah Mengajari Anak Membaca

Membaca bagi kita terdengar sederhana, tapi bagi anak yang belum mengenal huruf, hal ini memerlukan effort lebih. Anak-anak membutuhkan sesuatu yang membuatnya tertarik pada kegiatan pembelajaran. Berikut cara mengajari anak membaca.

1. Menciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

Berada dalam lingkungan yang dirasa aman oleh anak akan menimbulkan kepercayaan dari dirinya untuk mengikuti kegiatan yang diberikan. Bila anak merasa lingkungannya tidak dikenal bahkan mengancam, mereka akan kesulitan karena merasa harus melndungi dirinya terlebih dahulu. Untuk menciptakan kegiatan belajar yang fun. Sediakan buku bergambar, flash card, video, atau permainan dan nyanyian sederhana untuk membantu anak dalam mengingat dan mengenal huruf.

2. Screening Huruf

Screening di sini adalah mengenalkan anak pada keseluruhan huruf. Gunakan flash card  atau media lain yang menampilkan keseluruhan huruf dari a hingga z. Sebaiknya sering memperdengarkan lagu ABC agar anak familiar dengan bunyi yang dihasilkan suatu huruf.

3. Memulai dari Huruf Vokal

Mulailah mengenalkan anak dengan huruf a, i, u, e, o. Pengucapan kelima huruf tersebut cenderung lebih mudah. Jangan lupa untuk memperhatikan cara pengucapan anak karena terkadang artikulasinya masih kurang jelas sehingga ada huruf yang seperti terdengar sama. Ajarkan anak untuk menuliskan kelima huruf tersebut sambil mengucapkannya. Penulisan harus dimulai dari menghubungkan garis putus-putus agar anak memiliki gambaran tentang cara menulis huruf tersebut, baru dilanjutkan dengan menulis secara mandiri. 

4. Memudahkan Anak Mengingat Karakteristik Huruf

Pengenalan huruf perlu disertai dengan hal yang membuat anak mengingatnya. Misalnya mengumpamakan huruf o seperti donat, huruf e seperti cacing. Untuk huruf i buatlah anak mengingatnya akan titik di atasnya, huruf u tidak memiliki tutup (atasnya terbuka), dan huruf a berperut gendut. 

5. Mengenalkan Anak dengan Huruf Konsonan

Semua huruf mati diperkenalkan satu per satu dengan cara yang sama yakni membuat anak mudah mengingatnya. Sebagai contoh, huruf j seperti pegangan payung, huruf h seperti kursi. 

6. Latih Anak Mengenal Huruf Depan Suatu Kata

Jika anak mulai mengenal huruf, ajak anak untuk mengucapkan kata-kata yang berawalan huruf tersebut. Contohnya a = apel, g = gajah, b = bola, dan seterusnya.

7. Menggabungkan Huruf Menjadi Suku Kata

Mulailah dengan menggabungkan huruf b dengan a dan mengucapkannya bersama anak. Dimulai dari mengeja seperti “B-A = ba. C-O = co.” Lakukan secara bertahap, mulai dari babibubebo, baru dilanjutkan dengan cacicuceco. Tidak perlu tergesa-gesa karena yang terpenting adalah anak mengingat cara membaca suku kata tersebut.

8. Menggabungkan Suku Kata Menjadi Kata

Setelah anak cukup mampu membaca suku kata, mulailah membuat kata yang memiliki dua suku kata. Misalnya bo-la, me-ja. Hindari penggunaan akhiran yang sulit untuk anak yang baru mulai belajar, seperti bu-rung(akhiran ng), atau se-mir(akhiran huruf konsonan).

Cara mengajari anak membaca merupakan proses yang kompleks serta membutuhkan keterampilan untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak. Pengajar harus menyesuaikan dengan kebutuhan serta daya ingat tiap anak, sebab kemampuan belajar anak berbeda-beda. Penting bagi anak untuk merasa enjoy sehingga ia bisa menganggap kegiatan membaca sebagai hal yang menyenangkan.