Indonesia merupakan negara yang besar dengan jumlah penduduknya mencapai 250jt. Karenanya banyak hal di Indonesia yang selalu mengalami perubahan. Salah satunya adalah sistem pendidikan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia perubahan biasanya terjadi karena harus menyesuaikan keadaan atau tuntutan dari rakyat Indonesia.

Beberapa Sistem Pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia biasanya mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan dan perubahannya secara perlahan. Hal ini dikarenakan jika perubahan tersebut dilakukan secara besar-besaran nantinya akan menimbulkan kegaduhan. Belum lagi susahnya sosialisasi yang harus dilakukan, karenanya perubahannya sangat perlahan seperti beberapa yang ada di bawah ini.

1. Sistem Pendidikan yang Mementingkan Nilai

Sistem pendidikan yang pertama adalah suatu sistem yang mementingkan nilai dimana nilai ini nantinya akan diperoleh siswa melalui ujian akhir. Ujian akhir ini akan menentukan nasib suatu siswa dan menjadi patokan nilai evaluasi siswa selama beberapa tahun mengenyam pendidikan. Padahal dengan sistem seperti ini, dipercaya siswa justru terbebani dan tidak merasa nyaman.

Salah satu contoh penerapan sistem ini adalah pengadaan UN yang menjadi ujian akhir sekolah setiap jenjangnya. Pada zaman dahulu UN dijadikan penentu kelulusan dengan batas nilai yang sudah ditentukan. Karena hal itulah banyak siswa yang stres saat menghadapi UN itu, dan tidak jarang berakhir bunuh diri. Akhirnya pemerintah pun perlahan mulai mengurangi kegunaan UN dalam penentu kelulusan.

2. Sistem Pendidikan yang Membagi Minat Siswa

Selanjutnya adalah sistem yang biasanya sudah diterapkan saat siswa memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA). Di sini siswa akan dibagi berdasarkan minat dan kemampuannya ke dalam jurusan yang ada. Ada tiga jurusan yang disediakan yakni IPA, IPS, dan bahasa. Pembagian jurusan ini sebenarnya sudah ada sedari dulu dan masih diterapakan hingga sekarang.

Tapi, pada zaman sekarang terdapat perbedaan yang lumayan signifikan terkait “kasta” antar jurusan. Bila mungkin zaman dulu orang lebih memandang jurusan IPA yang terbaik, maka sekarang hal itu sudah dihilangkan. Lalu pembagian jurusannya tidak hanya berdasarkan tes saja tapi juga hasil berunding dan konseling siswanya sendiri.

3. Sistem Pendidikan Berbasis Kurikulum

Selanjutnya adalah sistem pendidikan di Indonesia yang masih diterapkan hingga sekarang yaitu metode kurikulum. Dimana kurikulum ini menjadi pemetaan pembelajaran atau pengelompokan materi pembelajaran yang akan diterima oleh siswa. Salah satu kurikulum yang paling banyak menarik perhatian adalah K13 atau kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 ini paling banyak menyita perhatian karena pada awal kemunculannya dianggap memberatkan siswanya. Tapi seiring berjalannya waktu pembaharuan pada kurikulum ini pun gencar dilakukan dan karenanya kurikulum ini sekarang mulai diterima oleh masyarakat. Mungkin saja beberapa tahun ke depan ada lagi pembaharuan kurikulum demi mengikuti perkembangan zaman.

4. Sistem Pendidikan Berbasis Online

Terakhir adalah sistem pendidikan yang mulai banyak diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia yakni, berbasis online. Hal ini dikarenakan sudah banyak orang yang memahami pentingnya menerapkan ilmu berbasis teknologi kepada siswanya. Sehingga siswanya tidak mengalami ketertinggalan dalam hal teknologi.

Selain itu sistem pendidikan ini juga dianggap mempermudah kedua belah pihak baik siswa maupun guru. Karena hal inilah pelajaran TIK yang tadinya masih masuk ke dalam kegiatan KBM sejak beberapa tahun lalu sudah dihilangkan. Ini dikarenakan pemerintah merasa bahwa teknologi bukan lagi hal yang harus dipelajari melainkan mulai diaplikasikan atau diterapkan disetiap hal.

Itulah tadi beberapa sistem pendidikan di Indonesia yang pernah dan beberapa di antaranya masih ada yang berlaku hingga sekarang. Memang sistem pendidikan di negara ini belum menjadi yang terbaik, tapi melihat keseriusan pemerintah dalam melakukan beberapa perubahan demi mencapai yang sesuai rasanya patut di apresiasi.